Penyebab Properti Dijual Susah Laku

Mungkin Anda pernah melihat properti dijual yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, sebelum akhirnya laku. Atau mungkin Anda sendiri pernah mengalami properti dijual yang susah laku?

Menjual properti memang bukan perkara mudah. Properti dijual membutuhkan strategi pemasaran yang tepat agar menarik minat calon pembeli. Pasalnya, keputusan membeli properti bukanlah sesautu yang bisa diputuskan dengan cepat dan mudah. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum membeli properti.

Mengapa Properti Dijual Susah Laku?

Properti dijual memang relatif mudah ditemukan, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan. Apalagi kemajuan teknologi kini memungkin penjual memasarkan propertinya melalui situs jual beli online.

Pelajari cara menjual properti dengan mudah menggunakan digital marketing.

Akan tetapi, tidak semua properti dijual langsung laku. Apa sebenarnya yang membuat properti susah laku alias sulit mendapatkan pembeli?

1. Harga Properti Terlalu Tinggi

Memang rata-rata harga properti dijual saat ini terbilang tinggi, terutama jika properti berada di kawasan strategis. Akan tetapi, beberapa penjual menetapkan harga yang teralu tinggi untuk properti yang mereka jual. Mereka berharap, dengan menetapkan harga tinggi, harga properti tidak akan turun terlalu banyak setelah melewati proses tawar-menawar.

Sayangnya, strategi ini kurang tepat, karena harga yang terlalu tinggi justru membuat pembeli mundur sebelum melakukan penawaran. Apalagi jika properti dijual berada di kawasan yang kurang strategis atau memiliki kondisi fisik yang tidak lagi sempurna.

2. Kondisi Fisik Properti Dijual Tidak Terawat

Sebagaimana disebutkan pada poin sebelumnya, kondisi fisik merupakan faktor pertimbangan cukup penting sebelum memutuskan membeli properti akan turun di maata pembeli. Umumnya, pembeli cenderung memilih properti dijual yang memiliki desain bagus dan dalam kondisi rapi serta bersih.

Baca juga: 5 Langkah dalam Pembangunan Rumah Sesuai Kebutuhan dan Keinginan

3. Pemilik Properti Tidak Kooperatif dengan Calon Pembeli

Jika ingin properti Anda segera terjual, sebaiknya Anda bersikap lebih kooperatif terhadap calon pembeli. Misalnya, jika calon pembeli ingin melihat dokumen-dokumen properti seperti IMB dan sertifikat tanah, segera tanggapi keinginan tersebut. Pembeli tentu ingin memastikan apakah properti tersebut memenuhi legalitas. Atau, jika Anda tidak menggunakan jasa perantara dan calon pembeli kerap bertanya seputar properti dijual, sebaiknya Anda memberikan jawaban sesegera mungkin.

Jika Anda terkesan menunda dan mengulur waktu menjawab atau menunjukkan dokumen properti, calon pembeli bisa merasa curiga dan enggan untuk melanjutkan proses jual beli properti.

4. Minim Promosi

Promosi adalah faktor penting agar properti dijual menerima banyak tawaran dari calon pembeli. Anda bisa melakukan promosi on the spot seperti memasang plang “Properti Dijual” di depan properti, atau lewat forum online untuk jual beli properti. Seindah apapun properti Anda, tanpa adanya promosi tentu akan sulit memasarkan properti tersebut karena hanya sedikit yang mengetahuinya.

Baca juga: 7 Strategi Memulai Bisnis Properti di Tahun 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here