Memimpin diri sendiri sama ‘mudahnya’ dengan memahami diri Anda dan usaha Anda untuk mencapai tujuan hidup kita, baik jangka panjang maupun jangka pendek. Memimpin diri sendiri merupakan seni kepemimpinan yang paling dasar yang harus dikuasai. Bagaimanapun juga siapa yang ingin dipimpin oleh orang yang bahkan tidak bisa memimpin dirinya sendiri?

Industri digital di Indonesia sangat berpotensi menjadi pilar bagi pertumbuhan ekonomi di era milenial ini. Pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat, membuka lebar potensi-potensi industri yang sehat dan kompetitif. Nilai tambah yang dihasilkan dari industri digital sangat besar, dengan proses komersialisasi yang tidak mengenal batasan jarak. Platform digital menawarkan ekonomi inklusif yang memberikan manfaat serta peluang-peluang bagi setiap pelaku dalam persaingan.

Tepat pada tanggal 12 Juli 2018 ini, Koperasi Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-71, lho! Udah tahu belum kalau koperasi udah punya media digitalnya? Yang diberi nama digicoop, wah keren banget kan. Sebelum bahas koperasi digital, yuk ketahui dulu sejarah berdirinya Koperasi di Indonesia.

Pelajari strategi membangun bisnis digital di Instagram.

Berikut daftar penting sejarah berjalannya koperasi di Indonesia sampai terbentuknya Hari Koperasi Indonesia :

  • 1908, Raden Soetomo mendirikan perkumpulan “Budi Utomo” untuk memanfaatkan sektor perkoperasian bagi kesejahteraan rakyat miskin. Mulai dari industri kecil dan kerajinan, Kongres Budi Utomo juga melakukan perbaikan dan peningkatan kecerdasan rakyat di Yogyakarta
  • 1915, terlahir UU koperasi yang pertama yaitu “Verordening Op De Cooperative Vereenigining” yang bunyinya sama dengan UU bagi rakyat Indonesia, anggaran dasar koperasi tersebut harus dalam bahasa Belanda dan dibuat di hadapan notaris.
  • 1927, dibentuknya serikat perdagangan Islam dengan tujuan memperjuangkan kedudukan ekonomi pengusaha-pengusaha pribumi.
  • 1929, didirikannya Partai Nasional Indonesia, bertujuan menyebarluaskan semangat per koperasian di tanah air.
  • 1933, perkembangan koperasi Indonesia tidaklah selalu berjalan dengan mulus, dengan dikeluarkannya UU menyerupai UU No. 431 sehingga mematikan usaha koperasi untuk kedua kalinya
  • 1942, dengan Indonesia yang diduduki Jepang, maka mereka mendirikan koperasi sendiri dengan nama “Kumiyai”. Awalnya yang berjalan mulus, semakin lama fungsi koperasi Jepang manjadi alat untuk mengeruk keuntungan dan menyengsarakan rakyat Indonesia.
  • 1947, setelah Indonesia merdeka, Bapak Koperasi Indonesia yaitu Bung Hatta melaksanakan Kongres Koperasi untuk pertama kalinya di Tasikmalaya dengan ditetapkan berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (SOKRI).

Baca juga: Apakah Bisnis Anda Akan Tetap Konvensional dan Tergerus Toko Online di Era Modern Ini?

Setelah semua telah dilewati, maka tanggal 12 juli 1947 dijadikan sebagai Hari Koperasi Indonesia. Hingga saat ini koperasi semakin berkembang bukan hanya sebagai alat perjuangan membebaskan rakyat dari penderitaan, namun menjadi alat bantu pembangunan dan perkembangan perekonomian Indonesia di bidang digital.

Ketika zaman telah menuju ke era digital tak dipungkiri organisasi bisnis yang sudah bergerak sejak abad 20 lalu pun harus beralih ke arah digital atau disebut koperasi digital. Berbeda dengan koperasi konvensional yang hanya bergerak di bidang ekonomi.

Koperasi digital pertama di Indonesia akhirnya resmi berdiri menyusul penyerahan akta koperasi kepada Koperasi Digital Indonesia Mandiri (KDIM) dari Kemenkop dan UKM sebagai pihak yang mengesahkan Badan Hukum Koperasi.

Pelajari juga cara membuat konten yang dapat mengugah hati konsumen.

Menkop berharap, Koperasi Digital Indonesia Mandiri ini dapat ikut mendorong para pelaku UMKM yang jumlahnya sebanyak 57 juta unit untuk beradaptasi dengan ekonomi digital, sehingga arus informasi yang sudah semakin cepat ini dapat memberikan manfaat bagi mereka dalam pengembangan usahanya.

Koperasi digital akan mengadakan program akses internet dengan membayar satu kali internet dan gratis untuk 17 tahun atau lebih dikenal dengan program B1IG-17.  Program inilah yang akan mendukung koperasi untuk meluncurkan satelitnya sendiri.

Dan karena program ini merupakan program yang pengelolaan dan pelayanan pelanggan dilakukan oleh ISP yang ada sehingga program ini tidak akan mematikan justru menumbuhkembangkan para ISP tersebut yang notabene sebagian besar adalah UKM.

Baca juga: Begini Nih Tips Menggunakan Instagram untuk Kegiatan Digital Marketing

Jika menggunakan skema program ini maka prediksi untuk 10 tahun yang akan datang koperasi akan dapat menguasai 30% pangsa pasar smartphone (tentu dengan mayoritas preinstalled aplikasi lokal di dalamnya), 70% pangsa pasar aplikasi dan 50% pangsa pasar satelit. Dan ini semua adalah untuk dinikmati bersama oleh jutaan Anggota Koperasi beserta mitra koperasi (para ISP, pembuat aplikasi dan startup Indonesia).

Di era digital ini pasti akan mengalami perkembangan dan perubahan dengan cepat. Jadi kalau gak cepat-cepat meng-upgrade kemampuan dalam berbisnis di dunia digital, pasti akan tertinggal oleh kompetitor bisnis yang lain. Selamat Hari Koperasi Indonesia yang ke-71!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here